Pada tanggal 10 Agustus 2025, Indonesia diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 4.8 di Modisi, wilayah yang terletak di bagian timur Indonesia. Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi pada pukul 14.30 WIB dengan kedalaman 10 km. Meskipun gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, dampaknya cukup signifikan bagi warga sekitar.
Penyebab dan Karakteristik Gempa
Gempa yang terjadi di Modisi ini merupakan salah satu dampak dari aktivitas seismik yang cukup intens di wilayah Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Indonesia memang dikenal sebagai negara yang rawan gempa, dengan lebih dari 3000 gempa terjadi setiap tahunnya. Gempa yang mengguncang Modisi ini terjadi akibat pergerakan lempeng bumi yang memicu terjadinya getaran yang terasa kuat di permukaan.
Gempa ini terjadi pada kedalaman 10 km, yang termasuk kategori gempa dangkal. Gempa dangkal cenderung menyebabkan dampak yang lebih terasa di permukaan bumi. Getaran ini bisa dirasakan jauh di luar pusat gempa, mempengaruhi berbagai daerah yang berada dalam radius beberapa ratus kilometer.
Dampak Gempa
Meskipun tidak menimbulkan tsunami, gempa Modisi cukup mengkhawatirkan karena getarannya terasa hingga ke wilayah sekitar. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, dengan beberapa bangunan tua yang tidak tahan terhadap goncangan gempa. Menurut laporan sementara, terdapat beberapa rumah yang mengalami kerusakan pada dinding dan atap. Warga setempat dilaporkan panik, dengan banyak yang berlarian keluar rumah untuk menghindari reruntuhan.
Salah satu dampak gempa ini adalah terputusnya beberapa jaringan komunikasi dan listrik di wilayah sekitar pusat gempa. Tim evakuasi dan bantuan darurat dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak. BMKG juga mengeluarkan peringatan akan kemungkinan terjadinya gempa susulan, yang meningkatkan kekhawatiran warga tentang keselamatan mereka.
Tanggapan dan Tindak Lanjut
Pihak berwenang segera menanggapi kejadian ini dengan mengerahkan tim SAR untuk melakukan evakuasi dan penilaian kerusakan. BMKG juga terus memantau aktivitas gempa di wilayah tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.
Sementara itu, Kementerian Sosial bersama dengan berbagai organisasi kemanusiaan menyiapkan bantuan logistik, termasuk makanan dan obat-obatan, untuk mendukung proses pemulihan di Modisi. Pemerintah setempat juga menyarankan agar warga tetap mengikuti prosedur evakuasi yang telah disiapkan sebelumnya untuk memastikan keselamatan mereka.
Berdasarkan data BMKG, gempa ini tidak menyebabkan tsunami, namun peringatan dini untuk gempa susulan tetap diberlakukan. Pihak berwenang mendorong masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi dan tetap tenang selama proses pemulihan.
Pendidikan dan Persiapan Gempa
Pentingnya edukasi tentang mitigasi bencana menjadi semakin jelas dengan kejadian ini. Masyarakat harus diberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara menghadapi gempa, seperti melakukan evakuasi dengan aman dan memahami struktur bangunan yang tahan terhadap guncangan. Pemerintah daerah pun diminta untuk lebih memperhatikan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
