Pangan Biru untuk Ketahanan Iklim

by | Aug 4, 2025 | Berita | 0 comments

Pangan biru, yang berasal dari sumber daya laut seperti ikan, rumput laut, dan hewan laut lainnya, semakin dikenal sebagai solusi potensial untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mitigasi perubahan iklim. Dengan meningkatnya populasi global dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks, pangan biru menawarkan alternatif yang berkelanjutan dibandingkan pangan darat konvensional yang berdampak besar pada lingkungan.

Pentingnya pangan biru tidak hanya terletak pada kandungan nutrisinya yang kaya protein dan omega-3, tetapi juga karena proses produksinya yang relatif ramah lingkungan. Berbeda dengan peternakan darat yang menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup tinggi, budidaya laut dan perikanan memiliki jejak karbon yang lebih rendah dan mampu menyerap karbon melalui ekosistem laut seperti rumput laut dan mangrove.

Peran wanita dalam pengembangan pangan biru sangat besar, terutama di komunitas pesisir. Wanita sering kali menjadi pelaku utama dalam budidaya rumput laut, pengolahan hasil laut, dan pengelolaan sumber daya perikanan lokal. Keterlibatan mereka tidak hanya membantu meningkatkan ekonomi keluarga dan komunitas, tetapi juga memastikan praktik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan terus dijalankan.

Selain itu, pengembangan pangan biru juga mendukung ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dengan memperkuat keterampilan dan akses pasar bagi pelaku usaha pangan biru, khususnya wanita, maka ketahanan komunitas terhadap tekanan iklim dan ekonomi dapat meningkat secara signifikan.

Namun, untuk mengoptimalkan potensi pangan biru, dibutuhkan dukungan kebijakan yang kuat serta investasi dalam riset, inovasi teknologi, dan pelatihan sumber daya manusia. Dengan kombinasi tersebut, pangan biru dapat menjadi pilar penting dalam strategi nasional dan global untuk mengatasi krisis pangan dan iklim.

Jabat Erat

Itqan Peduli